Hujan Terburu Jatuh

Kukemas pakaianku
Tidak dengan baju putih hadiahmu
Kugantung dekat jendela
Takkan kubawa
Mendung sudah menggantung

Kutinggalkan pula namamu?
Yang kutulis di selembar kain
Dulu mampu membawa kita
Tidak terbang memang: sekadar melayang-layang
Sekarang kusut, angin telah ribut

Lalu pelan-pelan
Kutelan semua kenangan
Aku tak lagi tersedak
Seperti kala bibirmu mendarat
di bibirku meninggalkan belepot coklat


Sudahlah,
Jangan berdiri di pintu
Dadaku sudah berat dan akan runtuh
Tolonglah,
Kutak ingin hujan terburu jatuh

No Response to "Hujan Terburu Jatuh"

Posting Komentar