Mulut adalah busur
Lalu anak panah itu beterbangan menancap apapun
Ksatria terhebat tidak pernah mati
Anak panah menuliskan jejak namanya
Lalu dimana aku?
Masih kukumpulkan angin pecah
Pula anak panah
Kugantung semua itu
Tujuh langkah sebelum gerbang
Sekarang, kagum bukan dosa
Karena nanti, sesampai di gerbang sana
Kekaguman hanya menjadi jejak yang membawa
Tidak lagi menggema


Posting Komentar