Lalu kubuka kamarmu
Di sudut hati
Dengan kunci berkarat sayu
Yang kau tinggalkan bergeletak di pojok sepi
Berapa lama kau menyusur setapak itu?
Kamarmu telah disinggasanai laba-laba
Yang merajut jaring genting berwarna jingga
Delapan matanya tertawa memandangku
Sampai mana angin mengajakmu bermain?
Apakah kau lupa belum selesai melukis cermin?
Kau lupa pula menutup jendela
Hingga hanya kubau dingin dan beku airmata


Posting Komentar