Langit yang Bumi

Mungkin tak ada yang lebih bumi
dari langit yang kaupijak
saat atap rumahmu adalah sejengkal
yang tak lebih tinggi dari pundak

Juga bebiji yang ingin kautanam di awan
Bisa jadi kebingungan kemana mesti bertumbuh
Gerimis terlalu muda tuk meretas kulit
yang akan menunaskan suluh

Lalu pada remang manalagi kau akan berdiri?
Cahaya telah mematahari
"Senja nanti!
Senja nanti
akan kutemu puisi!"
yakinmu
"Temu juga sepatu
untuk kakimu,
bukan hiasan lemarimu."

Karena mimpi
tak pernah memberitahukan
di mana kita sedang berdiri

No Response to "Langit yang Bumi"

Posting Komentar