telah kita kalahkan jarak
dengan memandang langit pagi bersama
sudah pula kita salip detak detik
ketika jantung berdegup seirama
tapi belum juga tuntas kita reda kesepian
ketika mata berpandang
telah kita arungkan perahu kertas
dari hulu ke hilir yang belum kita kenal
telah kita putuskan mendaki gunung
walau puncak adalah kesunyian terdalam
tapi belum juga rampung kita reda keluh
ketika mulut berpagut
dedaunan selalu tertawa pada kekalahan
tapi kita telah memilih menang, bukan?
April 2011


Pasti menang -dengan apapun bentuk kemenangannya kelak.
Posting Komentar