Kan kupinjam bibir senja
Lalu kuceritakan hikayat pendongeng
Yang tak lagi mendapati
Berpasang telinga mendengarkan
Agar hujan pula
Tak lesap melawan kabut
Walau tangan sobek
Dan sesal menetes di sela-sela jari
Beraroma tembakau basah
Dan, biarlah malam tetap diam
Altar menunggu sesembahan
Dan, menunggu sang pujaan

Posting Komentar