Melankolia

Malam sunyi
Kukecap detak waktu dan degap jantungku sendiri
Tarian-tarian kaku dan ucap-ucap tercekat membayang
Dalam hati yang terjejak

Malam sepi
Bayang perempuan suci
Dan seorang adam yang bernoda lagi
Melayang
Mengambang di atas lantai yang keras

Malam sendiri
Benar-benar senyap
Rapal-rapal kepedihan
Terdengar dari berjuta depa merujung sesal

Ah, perawan sunyi
Mengapa kau rapalkan mantra-mantra penyiksa itu?
Akulah tegas noda
Akulah jelas dosa yang menyesat

Ah, perawan sepi
Tidakkah kau sambut ajakan sepi?
Untuk menyelam
Tidakkah kau dengar lamat kata sesak?
Sekarang jauh indah dari nanti

No Response to "Melankolia"

Posting Komentar