Setelah kucelup titik mataku pada senja mendung,
Kurendam sisasisa sepi dalam gerimis
Biarkan semua benarbenar layu,
Dan doadoa petang menyangga pusaraku nanti
Kamar senyapku tak lagi sunyi
Suarasuaramu kugelar lagi
Sudilah datang sesekali
Sekadar menatap aku yang gigil ini
Jika malam nanti memeluk terlalu erat,
Dan dingin mencekat
Biarkan kusulut dedaun basah itu
Meski tak nyala pula cahaya,
Tapi tiap asa menyimpan benih bara
Dan tiap sujud membangkitkan belokan rasa
Seperti sekarang,
Dalam mangu aku memantra:
Wajahmu ada pada semua


Posting Komentar