: Nor Faizah
7 Mei 1987-26 Juli 2010
Faiz,
Kawanku,
Sahabatku,
Tak perlu lagi kau bingung
bagaimana memoleskan warna-warna pagi
di kelopak matamu yang lelah memangkasi kata-kata,
matahari tak pernah menyalahkan kita
Jika lajur benih yang telah kita buat diusik ilalang
Biarkan aku yang melanjutkan tiap gurauan
Mencabuti tangis-tangis yang enggan bisu
Lalu menanam kembali benih-benih lagu
Pengiring tawamu yang masih tergenggam semalam
tak perlu lagi bertanya,
kita sama-sama tahu mengapa
dalam tiada kata-kata kita mengada
Faiz,
Saudaraku,
Kita percaya perjalanan ke rumah selalu indah
Karena itu kau pulang dengan cantik
Seperti telah tuntas kau semaikan sewajah senyuman
Di beranda hari-hariku
Kini,
Kubayangkan kau duduk di berandamu yang puisi
Seteko kopi dan sesosok Penyair di sisimu
Menjawab tiap tanyamu tentang waktu yang menggilas semua penjuru
: kecuali kamu yang abadi
namamu ada di berbaris puisi
namamu ada di tiap doa kami


Posting Komentar