Anggap Rumah Sendiri

Kau kesepian, katamu. Pinjamlah pintu kemana saja, sewa jika perlu. Lalu pastikan tujuanmu adalah bahuku. Rebahlah di sana selama kau mau.

Jika kau haus, berjalanlah beberapa langkah ke dadaku. Masuk saja, tak perlu mengetuk. Aku tidak pernah mengunci pintu. Di dekat jantungku ada kulkas. Di dalamnya ada jus jeruk, kau habiskan tak apa. Aku tidak begitu suka jus jeruk. Ada pula bir, minum jika kau ingin mabuk.

Anggap saja dadaku rumahmu sendiri. Kau boleh tinggal hingga kau bosan. Oh iya, bicara tentang bosan, di ruang sebelah yang berpintu merah, itu hatiku. Ada sofa yang kurasa nyaman untukmu. Juga TV 21 inch, DVD Player, juga film-film. Komedi, Drama, atau apa saja yang ingin kau tonton.

Tapi jangan kau menonton horor dulu, aku tidak bisa memelukmu jika nanti kau takut. Aku perjalanan pulang, ban motorku bocor.

No Response to "Anggap Rumah Sendiri"

Posting Komentar