Sebab napas pasti berakhir
meski mimpi tak menemu ujung
dan risau menggeliat di balik pintu
menunggui kaki-kaki yang terlalu rindu
Angin mana pula yang membawa
jika udara tak hendak kemana
akankah kamu kertas
bermimpi jadi layang-layang
tanpa sobekan di pakaian?
tak salah memutuskan menanti
apapun yang akan datang kelak
punya atau tak punya kaki
tak membeda arti
kala hanya ingin berjalan dalam mimpi


Posting Komentar