Aku Akan ke Gerimis Itu, Sekarang

Kau selalu membawa kata
Aku membaca
Aku jarang mengeja
: Peluk aku di pantai itu
Untuk apa ? kataku
Matahari pongah di bibir laut
Kupuisikan saja untukmu istana pasir
Yang selalu merindu
: Syahdu, aku mencanduimu
Aku ada di senja yang sama
Terbang diantara katakata

Kau selalu menggambar peta
Aku masih tersesat di kembara
Aku penyair gila
: Peluk aku di pantai itu, sekarang
Untuk apa ? kataku
Laut terlalu gagah pada gelombang
Kukisahkan padamu tentang layanglayang
Yang mencumbu angin siang

: Peluk aku di pantai itu, sekarang
Aku ingin di bahumu, rindu

1 Response to "Aku Akan ke Gerimis Itu, Sekarang"

gravatar
Anonim Says:

apik e, mas :)
harusnya pas pertemuan puisi di terracotta dibaca ;)

Posting Komentar