Mari kita dendangkan malam dalam riuh
Ketika perahu melabuh sauh di dermaga sepi
Kita meramai dalam diri
Kasih,
Kita peram remah cemas
Lupakan sejenak tiap napas
Perjalanan tak selalu bertujuan
Angin tak mesti alasan rambut berkibar
Kabar pun tak harus lekas tersebar
Yakini kasih,
Kita pasti menemu sekat
Jarak antara mata dan cahaya
Juga tangan yang tetap meneruskan luka
Darah membuat ingatan menubuh dalam raga
Kita memilih mengumpulkan sisa-sisa
Peluh dan lelah adalah keping di saku kita
Syukuri lara tanpa banyak tanya
Tak ada sebab juga akibat yang mudah diterka
Sayangku,
Jika kita menikah nanti
Benihkan banyak cinta dalam hati
Jangan sampai mereka menjadi tangis pada tanda tanya
Letakkan nama dan tanda hubung antara almanak mereka
Tuhan memberi udara agar kita tetap saling meraba
Tak perlu lagi ragu pada takdir
Hidup memang begini meski nasib tak kunjung hadir
Tak perlu cemas pada sejarah
Napas kita adalah cinta yang menyusun silsilah


Posting Komentar